Poco F2 Pro : Snapdragon 865 termurah

Poco F2 Pro Snapdragon 865 termurah. Ketika Xiaomi Indonesia membawa seri Pocophone F1 Agustus 2018 lalu, dampaknya cukup masif di dunia smartphone tanah air. Bayangkan saja, mulai dari Rp4,5 juta, kamu sudah bisa mendapatkan sebuah smartphone dengan performa rata kanan, pakai chipset terbaik di masa itu. Namun tentunya, hadir dengan banyak pengorbanan seperti desain dan kamera yang biasa saja, serta isu layar yang sempat ramai.

Design

Kalau Pocophone F1 tercipta seolah asal performanya kencang, dengan bodi plastik yang kurang menarik, lain halnya dengan Poco F2 Pro. Smartphone ini langsung terasa premium sejak pertama kali menggenggamnya. Terasa berat, yang menambah kesan kokoh. Bobotnya mencapai 219 gram. Kenapa bisa berat?

Tak lagi gunakan material plastik polikarbonat, baik bagian depan dan belakang Poco F2 Pro terbuat dari kaca berlapis Gorilla Glass 5, dengan frame metal di sekelilingnya. Bagian depannya benar-benar hanya ada layar penuh tanpa interupsi, sementara modul kamera belakangnya berbentuk sirkular dengan kesan huruf “X” di dalamnya, finishing glossy dan tentunya sedikit mudah membekas sidik jari.

Tombol volume dan power yang memiliki aksen warna merah terletak pada sebelah kanan bodi, terasa presisi ketika menekannya. Di bagian bawah terdapat slot dual SIM, port USB-C, mikrofon serta mono speaker. Bagian atasnya cukup ‘sibuk’, terdiri dari mikrofon, jack audio 3,5mm (yang menjadi nilai tambah), plus mekanisme kamera pop-up yang bersebelahan dengan sensor inframerah. LED notifikasi terletak pada bagian atas kamera pop-upnya.

Dengan desain yang Poco F2 Pro usung, kamu nggak bakalan merasa rugi sudah mengeluarkan kocek setara flagship lainnya. Tidak termasuk bagian yang dikorbankan, smartphone ini terlihat dan terasa seperti flagship premium.

Layar

Dengan bentangan layar di 6,67 inci, resolusi full HD+ dan panel AMOLED di kombinasikan bezel yang tipis serta rasio 20:9 membuat smartphone ini tidak terlalu lebar, masih cukup ramping untuk digenggam satu tangan.

Tingkat kecerahannya mencapai 800 nits, maka tidak akan mengalami masalah untuk melihat konten di layar pada kondisi cahaya terik. Layar ini juga sudah mendukung konten HDR10+, touch sampling rate 180Hz serta standar warna gamut DCI-P3. Bahkan Poco berikan kustomisasi layar yang mendalam sampai slider bar untuk masing-masing warna RGB.

Lalu apa yang kurang? Yang pertama, Poco F2 Pro hanya punya refresh rate konvensional di 60Hz. Mungkin ini subyektif, tapi saya jauh lebih memilih layar 60Hz dengan panel AMOLED yang akurat, ketimbang 120Hz tapi masih gunakan panel IPS. Kontras dan saturasinya sangat bikin nyaman untuk buka Netflix HD. Juga hadir fitur always-on display dengan efek cahaya pendar elegan tiap kali ada notifikasi masuk.

Kekurangan kedua terdapat pada sensor sidik jarinya dalam layar. Sensor milik Poco F2 Pro bukan yang tercepat. Masih kalah cepat kalau kita banding dengan Mi Note 10, termasuk tingkat akurasinya. Terkadang butuh waktu sampai satu detik—mungkin masih terdengar singkat, tapi smartphone lain sekelasnya terasa signifikan lebih cepat.

Kamera

Poco F2 Pro punya empat sensor kamera utama yang memiliki susunan persegi dalam frame sirkular. Sensor utamanya punya resolusi 64MP f/1.89, gunakan sensor Sony IMX686 tanpa OIS. Selain itu, ada sensor 13MP ultra wide-angle f/2.4, 2MP f/2.4 depth sensor, dan sebuah sensor 5MP f/2.2 telemacro (3-7cm).

Fiturnya juga tentu banyak, mulai dari peningkatan AI otomatis, Pro mode dengan fitur focus peaking, Night mode 2.0 Sedikit kekurangan terletak pada bagaimana kita berpindah dari satu sensor ke lainnya. Harus menggunakan tombol pada viewfinder, tak bisa langsung geser ke kiri maupun kanan. Digital zoom juga dengan gestur dua jari, yang mana cukup merepotkan.

Tentu, jika kita bandingkan dengan Mi Note 10 yang jadi flagship camera Xiaomi, hasil foto Poco F2 Pro akan kalah saing. Namun juga tidak mengecewakan, kok. Hasil foto dari sensor utamanya cukup baik pada segala kondisi, warna yang dihasilkan tidak berlebihan dan mendekati kondisi asli. Ketika berganti ke sensor ultra-wide, selain detil yang berkurang, dynamic range juga menjadi lebih terbatas.

Sementara sensor telemacro-nya menarik. Saya merasa ambil foto objek dekat menggunakan Poco F2 Pro lebih mudah. Pembesaran digitalnya mencapai 10x zoom, namun untuk hasil yang masih layak dibagikan ke media.

Hasil kamera depannya biasa saja, meski secara resolusi cukup besar di 20MP f/2.0. Cukup tajam, namun skin tone cenderung terlihat sedikit lebih hangat. Mode portrait-nya hadir membawa beberapa efek studio lightning untuk percantik hasil foto.

Fitur

Poco F2 Pro menjalankan MIUI 11 berbasis Android 10 atau “MIUI for Poco”. Bedanya, secara default smartphone ini gunakan app drawer secara terpisah. Selama penggunaan, tak ada aplikasi mengganggu, kecuali dari Mi Video atau File Manager bawaan. Bisa di-disable supaya tidak muncul lagi, kok, jadi aman saja.

Fitur-fitur lain yang hadir termasuk Game Turbo, video toolbox untuk beri efek tambahan ketika memutar video, serta fitur lainnya yang umum hadir di MIUI. Dan tentunya, karena punya mekanisme kamera pop-up, efek suara maupun cahayanya bisa kalian sesuaikan dengan selera masing-masing. Mau tanpa suara pun bisa jika terasa mengganggu.

Speaker mono yang diletakkan di bawah punya kualitas yang biasa saja. Kencang, namun detilnya bukan yang terbaik. Sedikit disayangkan mengingat layarnya sudah sangat bagus. Namun bagi kamu yang memiliki earphone kabel berkualitas, Poco F2 Pro sudah mendukung Hi-Res Audio.

Poco F2 Pro juga dilengkapi linear motor yang getarannya terasa mantap.

Performa Poco F2 Pro Snapdragon 865 termurah

Qualcomm Snapdragon 865 Plus 7nm, GPU Adreno 650, RAM LPDDR5 (LPDDR4x untuk varian 6GB) dan storage UFS 3.1. Kombinasi terbaik untuk smartphone rilisan pertengahan tahun 2020. Dapat dipastikan semuanya berjalan dengan mantap.

Berkat teknologi LiquidCool 2.0 yang terdiri dari beberapa layer pendingin serta vapor chamber yang meng-cover 28% bagian bodi. Pendingin tersebut diklaim mampu turunkan panas CPU sampai 14 derajat celsius.

Mengakses PUBG Mobile, grafis default-nya adalah HD – High, namun jika diganti ke HDR – Extreme, game masih sangat nyaman dimainkan tanpa terasa ada frame drop mengganggu. Bermain juga tentunya sangat nyaman berkat layar yang bebas dari potongan kamera depan. Selama digunakan, hanya terasa hangat yang sangat wajar. Koneksi juga berjalan dengan lancar.

Baterai

Selain karena material premium, berat Poco F2 Pro juga berasal dari kapasitas baterainya yang cukup besar di 4.700 mAh. Pengisiannya bisa terjadi dengan cepat, dengan dukungan 30W fast charge atau standar QuickCharge 4.0+. Xiaomi juga sudah sertakan charger 33 watt dalam paket penjualan, sehingga tak perlu membeli aksesoris tambahan.

Dengan pemakaian intensif tanpa gaming, termasuk menyalakan AOD, tersambung ke smartwatch, mengambil foto dan video secara intens termasuk naik turun kamera pop-up, smartphone ini bisa menyala seharian dengan screen-on time kurang lebih 5 jam. Sementara untuk penggunaan yang lebih santai, bisa mencapai SOT sama, namun dalam waktu penggunaan 1,5 hari. Ketika habis, cukup menunggu satu jam lebih sedikit untuk isi daya hingga penuh.

Kesimpulan

Poco F2 Pro Snapdragon 865 termurah. Perangkat ini tak bisa dibilang sebagai smartphone yang asal kencang. Bisa dibilang, desainnya termasuk salah satu yang terbaik di kelasnya. Menjadi flagship terjangkau, saya rasa Xiaomi berikan keputusan-keputusan tepat untuk memotong fitur sana sini yang tidak sampai mengganggu pemakaian.

Mono speakernya memang standar, tapi setidaknya ada jack audio 3,5mm yang dukung Hi-Res Audio. Layarnya memang belum 90Hz, tapi panel AMOLED-nya punya reproduksi warna akurat. Belum didesain tahan air, tapi mekanisme kamera pop-upnya membuat layar depan hadir tanpa gangguan. Belum dukung wireless charging, tapi kapasitas baterainya sudah cukup besar.

LED notifikasi, IR blaster sampai NFC juga tetap tersedia. Smartphone ini tak hanya cocok untuk yang mengejar spesifikasi rata kanan, tapi juga mampu berikan pengalaman yang merata baiknya di hampir segala lini. Menjadikan Poco F2 Pro mudah untuk direkomendasikan ke siapa saja, juga sebagai smartphone 5G termurah resmi di Indonesia.

Sumber: Gizmologi dan GSMArena

Baca Juga: 6 Kelebihan Xiaomi POCO M3 Beserta Kekurangannya