10 Kelebihan dan Kekurangan HP Xiaomi yang Wajib Diketahui

Xiaomi Redmi Note 3

Kelebihan dan Kekurangan HP Xiaomi – Jika ada yang bertanya mengapa Xiaomi terkenal? Jawaban sederhananya adalah ponsel Xiaomi umumnya memiliki harga yang berimbang dengan spesifikasi yang ditawarkan. Xiaomi juga dikenal sebagai distributor smartphone terbesar ke-3 di Dunia

Alasan lainnya adalah karena ponsel ini memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan produk dari vendor lain. Namun, Xiaomi juga bukan tanpa kelemahan. Perusahaan teknologi yang tergolong fast growth memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kami akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan ponsel Xiaomi. Simak pembahasan berikut ini mulai dari kelebihan atau kelebihan ponsel Xiaomi berikut ini.

Kelebihan dan Kekurangan HP Xiaomi yang Wajib Diketahui

1. Harga Murah

Hampir semua ponsel Xiaomi ditawarkan dengan harga menarik. Bisa dikatakan harganya lebih murah dibandingkan ponsel dengan spesifikasi yang sama dari merek lain. Misal, Redmi Note 10 Pro yang menggunakan chipset Snapdragon 720G ditawarkan dengan harga Rp 3 jutaan. Meski ponsel dari merek lain dengan chipset yang sama ditawarkan dengan harga Rp 4 atau Rp 5 jutaan, lebih.

Dengan spesifikasi yang hampir mirip, vendor lain akan menjual dengan harga lebih tinggi. Xiaomi melakukan ini karena Xiaomi tidak mengambil untung besar dari penjualan ponselnya.

Pada 2018, Xiaomi Global mengkonfirmasi bahwa mereka hanya mengambil keuntungan 5 persen. Sementara itu, sebuah laporan dari Gizmo China mengutip Lei Jun, pendiri Xiaomi, yang mengatakan bahwa Xiaomi hanya memiliki margin laba kotor 8 hingga 9 persen, yang membuat perangkat perusahaan hemat biaya.

Untuk itu, ponsel Xiaomi biasanya memiliki harga jual yang lebih murah dibandingkan ponsel merek lain.

2. Mi Fans dan Dukungan Komunitas yang Kuat

Mi Fans

Harga ponsel Xiaomi yang cenderung murah membuat banyak orang bertanya-tanya dan akhirnya semakin mencintai vendor asal China ini. Perkembangan banyak pengguna juga melahirkan komunitas yang kuat (Mi Fans).

Kehadiran komunitas yang kuat ini juga menjadi salah satu strategi pemasaran Xiaomi. Xiaomi lebih memanjakan masyarakat daripada melakukan pemasaran di berbagai media.

Komunitas kuat semakin dimanjakan karena sering terlibat dalam acara peluncuran produk Xiaomi. Tak jarang Xiaomi meluncurkan produk terbarunya di Indonesia dengan melibatkan Mi Fans. Mi Fans semakin kuat karena di setiap daerah juga ada komunitas Mi Fans versi lokal.

Komunitas yang kuat ini juga yang membuat ponsel Xiaomi semakin populer. Dalam perkembangan selanjutnya, komunitas ini menjadi bagian inti Xiaomi dalam meraih pangsa pasar yang lebih luas. Tak heran, kemudian Xiaomi melakukan pemasaran besar-besaran dengan cara lain, misalnya dengan menunjuk brand ambassador JKT48.

3. MIUI

MIUI 12

Xiaomi tidak hanya terkenal dengan ponselnya tetapi juga MIUI-nya. Bagi yang belum tahu, MIUI merupakan firmware yang bisa dibilang OS berbasis Android. MIUI ini dikembangkan oleh Xiaomi yang pada awal kemunculannya (MIUI V1) dikembangkan berdasarkan sumber Android 2.2.X Froyo dan CyanogenMod 6.

Sebelum Xiaomi terkenal dengan produknya, MIUI lebih dikenal dulu. Banyak penggemar menyukai antarmuka MIUI sehingga komunitas MIUI juga berkembang pesat. Apalagi ketika MIUI menjadi “sistem operasi” yang terdapat pada smartphone besutan Xiaomi, banyak yang menyukainya termasuk yang belum mengenal MIUI.

MIUI memiliki fitur dan tampilan yang menarik. Fitur ini menawarkan lebih dari sekadar mengandalkan Android bawaan. Injeksi fitur inilah yang membuat banyak orang menyukai ponsel Xiaomi karena MIUI.

4. Terus Hadirkan Inovasi

10 Kelebihan dan Kekurangan HP Xiaomi yang Wajib Diketahui 4

Xiaomi punya banyak gebrakan dalam perkembangan teknologi. Hal ini membuat mereka banyak dilirik dan dibicarakan. Tak heran kalau kemudian Xiaomi masuk ke dalam salah satu perusahaan paling inovatif di 2016 (posisi 35).

Xiaomi mampu mengalahkan perusahaan besar seperti Dell, Honda, Intel, dan Huawei. Karena diakui sebagai perusahaan paling inovatif, Xiaomi mampu menciptakan produk yang lebih bernilai, terutama smartphone.

Pengakuan Xiaomi sebagai salah satu perusahaan paling inovatif adalah alasan lain mengapa mereka terkenal, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Inovatif bukan hanya karena metode penjualannya, tetapi juga hal lain yang sudah banyak berkembang.

Contohnya adalah produk HP Xiaomi yang dulunya memiliki desain yang membosankan dan sama untuk setiap seri, dari yang termurah hingga yang mewah. Belakangan ini, desain setiap ponsel lebih inovatif dan berbeda.

Banyak inovasi juga dilakukan oleh Xiaomi Indonesia. Jika sebelumnya hanya mengandalkan penjualan online, kini Xiaomi Indonesia juga fokus pada penjualan offline. Mereka juga memiliki Mi Store dan Mi Shop yang tersebar di seluruh Indonesia.

Xiaomi Indonesia yang dulu selalu menghadirkan ponsel dengan harga terjangkau, kini merambah pasar kelas atas. Hal ini ditunjukkan oleh Xiaomi mulai tahun 2020. Mereka secara resmi menghadirkan produk-produk Xiaomi kelas atas yang menarik seperti Xiaomi Mi Note 10 dan Note 10 Pro, Xiaomi Mi 10, Xiaomi Mi 10T dan Mi 10T Pro, POCO F2 Pro dan POCO F3, serta seperti Xiaomi Mi 11 dan Mi 11 Ultra.

Berkat langkah ini, ponsel Xiaomi yang masuk secara tidak resmi mulai berkurang. Hal ini juga dipengaruhi oleh tindakan pemerintah memblokir IMEI untuk produk yang tidak diedarkan secara resmi.

5. Penawaran Garansi yang Menarik

Dari segi garansi, Xiaomi Indonesia menawarkan sesuatu yang sangat menarik. Salah satu langkahnya adalah mengizinkan root tanpa membatalkan garansi. Namun dengan catatan tanpa merubah custom ROM.

Masalah garansi menarik lainnya adalah adanya garansi hingga 2 tahun untuk beberapa tipe ponsel dari Xiaomi. Ini tentu sesuatu yang patut diapresiasi mengingat merek lain umumnya hanya menawarkan garansi 1 tahun.

Klaim garansi ini berlaku untuk ponsel Xiaomi dengan garansi resmi. Ciri khas handphone Xiaomi resmi bergaransi resmi biasanya ditandai dengan stiker logo bertuliskan “Garansi Resmi Xiaomi, Kami Buatan Indonesia”

6. Pemisahan Brand yang Masih Kurang Kuat

Xiaomi dan Sub Brand-nya

Xiaomi memiliki banyak, bahkan beragam, lini produk. Hal ini kemudian memicu lahirnya sub-brand baru dari Xiaomi. Keputusan untuk memiliki merek sendiri dilakukan oleh Xiaomi pada tahun 2018. Hal ini dilakukan untuk menghadapi pasar yang terus berkembang

Merk di bawah bendera Xiaomi bisa dikatakan memiliki 3 Plus 1. Merk tersebut adalah Redmi, POCO, dan Xiaomi sendiri. Sedangkan plus one yang dimaksud adalah Black Shark.

Redmi ini awalnya merupakan jajaran ponsel seri Xiaomi untuk kelas harga murah. Namun, Xiaomi memutuskan untuk menjadikan Redmi sebagai merek sendiri meski masih di bawah pengawasan Xiaomi.

Yang kedua adalah POCO. POCO adalah merek yang fokus pada ponsel dengan performa bagus namun dengan harga lebih murah.

Lalu ada Xiaomi sendiri yang fokus pada seri Mi. Seri Mi adalah seri ponsel yang menghadirkan fitur premium dan menyasar segmen ponsel kelas atas. Sejak 2021, seri teratas ini telah disederhanakan namanya. Debutnya dimulai saat Xiaomi 11T dan Xiaomi 11T Pro diluncurkan.

Selain Redmi dan POCO, ada juga yang bernama Black Shark. Black Shark adalah merek yang terpisah, dalam arti tidak di bawah payung Xiaomi. Namun, Black Shark selalu identik dengan Xiaomi. Ini karena Xiaomi berinvestasi di perusahaan Black Shark. Black Shark lebih fokus pada produk HP untuk bermain game.

Pemisahan merek ini inovatif dan memungkinkan konsumen memiliki banyak pilihan. Namun, pemisahan merek ini juga bisa membingungkan. Sebab, tak jarang masing-masing merek tersebut harus bersaing di kelas harga yang sama.

Misalnya untuk pasar Indonesia, Xiaomi di bawah bendera Redmi memiliki Redmi Note 10 Pro. Di bawah spanduk POCO, ada POCO X3 Pro. Ada juga Xiaomi Mi 11 Lite yang berada di bawah spanduk seri Xiaomi Mi. Ketiga ponsel tersebut dijual di Indonesia dengan kisaran harga Rp 3 jutaan, dan selisih harganya tidak terlalu jauh.

Bisa dimaklumi jika pemisahan merek ini agar konsumen tetap fokus membeli Xiaomi. Sayangnya, di Indonesia sendiri, pemisahan masing-masing merek masih belum cukup kuat. Pasalnya, semua merek tersebut masih dikelola di bawah bendera yang sama, setidaknya untuk Indonesia.

Lain cerita untuk Hiu Hitam. Meskipun orang juga mengenal Black Shark karena berita bahwa Xiaomi berinvestasi dalam merek tersebut.

Jika Xiaomi mau meniru BBK Electronics (induk perusahaan OPPO, vivo, dan realme) dengan berbagai brand ponselnya, maka boleh dibilang kalau pembagiannya masih kurang kuat. 

Meski pusatnya masih satu induk, OPPO, vivo, dan realme dijalankan dengan tim marketing yang berbeda dan tidak saling menginduk, setidaknya untuk pasar Indonesia. Mungkin untuk pasar di negara lain juga.

7. Iklan yang Menggangu 

miui redmi note 7

Ponsel Xiaomi dijual murah. Namun, ini menimbulkan risiko lain, iklan. Selain laba Xiaomi yang di bawah 10 persen, perusahaan asal China itu juga punya cara untuk mendapatkan keuntungan lain. Keunggulan ini didapat dengan adanya iklan di antarmuka MIUI.

Dengan berbagai fitur menarik, MIUI justru menyisipkan iklan. Iklan itu sendiri tidak mengganggu. Baru saat membuka aplikasi bawaan Xiaomi, muncul iklan. Namun, tentu saja tidak semua orang menyukai iklan.

Akan ada orang yang merasa membuang-buang uang untuk membeli ponsel yang benar-benar ada iklannya. Ini tentu bisa menjadi kekurangan.

Kabar baiknya adalah selain tidak mencolok, iklan di MIUI sebenarnya dapat dihapus dengan beberapa cara. Metode ini cukup sederhana.

Satu lagi, iklan di MIUI biasanya terdapat pada seri Redmi dan POCO. Khusus untuk seri Xiaomi, sangat sedikit iklan yang hampir tidak ada. Oleh karena itu, Mi series dijual dengan harga yang relatif terjangkau untuk spesifikasi yang ditawarkan.

8. Jangan Terlalu Berharap Pembaruan Android

Android-10

Satu hal yang pasti, Xiaomi jarang memberikan update software Android di handsetnya, terutama untuk seri mid-range dan terjangkau. Jika ponsel Xiaomi yang Anda beli saat ini menjalankan sistem operasi Android 10, jangan berharap untuk mendapatkan pembaruan ke Android 11. Untungnya, MIUI biasanya dapat diperbarui untuk satu atau dua versi.

9. Flash Sale dan Hype yang Berpengaruh pada Harga Jual 

redmi note 9 pro

Ponsel Xiaomi yang beredar di Indonesia selalu dijual dengan harga menarik untuk spesifikasi yang ditawarkan. Juga, mereka sering memperkenalkan harga flash sale atau harga perkenalan saat HP pertama kali dirilis.

Strategi Xiaomi ini telah bekerja dengan baik untuk waktu yang lama. Mereka yang mempopulerkan kelaparan marketing atau pemasaran yang masih membuat orang ingin tahu tentang penjualan flash sale dalam jumlah terbatas.

Namun, pemasaran lapar tidak lagi digunakan. Pasalnya, belakangan ini stok ponsel Xiaomi cukup banyak. Namun karena permintaan yang tinggi, flash sale Xiaomi selalu laris manis. Apalagi ada “orang” yang memanfaatkan hal ini karena kehadiran ponsel Xiaomi memiliki hype yang tinggi.

Orang tersebut membeli handphone Xiaomi dengan harga flash sale kemudian menjualnya dengan harga 300 hingga 400 ribu lebih murah. Misalnya, ada ponsel Xiaomi yang dijual dalam flash sale seharga Rp 1.999.000.

Karena minat masyarakat terhadap HP tinggi, ada orang yang memiliki cara tertentu untuk mendapatkan HP dalam jumlah banyak. Kemudian mereka menjualnya seharga Rp 2.300.000. Akibat efek tersebut, harga ponsel Xiaomi secara umum bisa kembali normal saat hype mereda dan stok ponsel sudah melimpah.

10. Harga Jual Kembali yang Rendah

price drop
*

Garansi resmi Xiaomi (biasanya garansi TAM) memiliki nilai jual kembali yang masih dianggap wajar. Harga jual kembali disini maksudnya adalah handphone bekas Xiaomi. Garansi resmi HP bekas Xiaomi turun sekitar 30%.

Untuk garansi distributor Xiaomi harganya turun, mengingat banyak kendala seperti dukungan garansi dan ROM palsu. Bisa dibilang harga jualnya terlalu rendah untuk sebuah ponsel yang tergolong populer.

Dari penjelasan ini, sudah tahukah Anda sekarang kelebihan dan kekurangan ponsel Xiaomi? Untuk kekurangannya, biasanya terjadi pada Xiaomi dengan jenis garansi tidak resmi.

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin membeli HP Xiaomi, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai produknya. Apakah garansi resmi atau dealer. Kalaupun kamu membeli garansi dealer, pastikan ROM yang kamu dapatkan adalah ROM MIUI non-fake agar kamu bisa update secara berkala.