5 Tips Live Streaming Lazada, Tingkatkan Penjualan E-commerce

LazLive Ecommerce Live Streaming

Live streaming kini menjadi strategi pemasaran untuk menjual produk dengan cara yang lebih interaktif, unik, informatif, sekaligus menghibur calon pembeli. Menggabungkan pengalaman berbelanja dengan hiburan alias shoppertainment telah menjadi tren yang berkembang sebagai bentuk promosi bagi penjual di eCommerce.

Kegiatan promosi dalam bentuk live streaming tersedia di berbagai platform e-commerce. Termasuk di channel live streaming Lazada LazLive, juga di Tokopedia, Shopee dan juga TikTok. Lazada sendiri mengembangkan saluran LazLive agar para penjual dapat menjadi alat pemasaran yang efektif untuk menjangkau dan berinteraksi dengan calon konsumen.

Partogi Baringbing, Head of Live Streaming, Lazada Indonesia dengan dukungan teknologi canggihnya, perusahaan akan berinovasi untuk dapat terus menghadirkan pengalaman live streaming berstandar dunia dan mengembangkan ekosistem live streaming di Indonesia.

Tren Streaming Langsung di Platform E-niaga

“Pendapatan penjual yang dihasilkan melalui LazLive juga meningkat lebih dari dua kali lipat selama periode yang sama. Di Lazada Indonesia sendiri, kami juga mencatat jumlah brand dan seller yang menggunakan channel LazLive sebagai strategi promosi meningkat lebih dari tiga kali lipat (year on year) pada April 2022,” ujar pria yang biasa disapa Ogie ini.

Pertumbuhan tren belanja ini juga terlihat di Asia Tenggara. Pada festival belanja 11.11 tahun lalu di mana saluran LazLive menjadi salah satu saluran hiburan utama yang disajikan kepada pelanggan Lazada, ada lebih dari 18 juta pemirsa LazLive, dengan lebih dari 2.800 sesi streaming langsung dan lebih dari 2.000 presenter dari enam negara tempat Lazada beroperasi. (Indonesia, Malaysia). , Singapura, Filipina, Thailand dan Vietnam).

Tips Langsung Lazada

e-niaga streaming langsung

Platform penyedia layanan top up game dan produk digital, Unipin merupakan salah satu vendor di Lazada yang menggunakan LazLive untuk meningkatkan penjualan. Poeti Fatima, General Business Manager UniPin mengatakan, pada festival belanja di ulang tahun Lazada Maret lalu, UniPin berhasil mencatatkan penjualan yang luar biasa.

Unipin bisa dibilang salah satu seller yang sukses mengimplementasikan live streaming Lazada dalam strategi penjualannya. Mereka mengklaim peningkatan penjualan lebih dari 50 persen dengan menjadikan live streaming di LazLive sebagai salah satu channel promosi mereka.

Berikut tips agar seller juga bisa memanfaatkan LazLive Live Streaming Lazada sebagai cara untuk merebut hati konsumen.

1. Ketahui target pasar Anda sehingga Anda dapat membuat konten streaming langsung yang menarik

Penjual harus mengetahui dan mengenali karakter audiens atau target pengguna agar dapat mengemas konten Lazada LazLive Live Streaming yang menarik. Konten yang menarik adalah konten yang relevan dengan target konsumen dan produk yang dijual. Di Lazada, penjual dapat dengan mudah mendapatkan data dan observasi yang relevan dengan target pengguna.

Fitur ini merupakan satu-satunya dasbor vendor di Vendor Center yang menawarkan beragam data dan observasi. Selain itu, fitur Business Analyst di Seller Center juga memberikan analisis mendalam terhadap setiap produk yang dijual di toko penjual, sehingga penjual dapat menentukan strategi khusus untuk setiap produk.

Misalnya, jika target pengguna adalah pemain, maka mereka harus membuat konsep yang sesuai dengan keinginan pemain. Salah satunya adalah dengan mengambil gamers berpengaruh dan mendiskusikan game atau tips bermain game.

Di tengah siaran langsung, Anda dapat memanfaatkan fitur Lihat-Sekarang-Beli-Sekarang untuk menyertakan berbagai tautan produk. Fitur ini memungkinkan pemirsa untuk segera melakukan pembelian saat melihat tautan produk muncul di tayangan.

2. Pilih waktu terbaik untuk menyiarkan Lazada LazLive Live Streaming

Ketika kontennya menarik, tentu penjual ingin siaran langsungnya ditonton banyak orang. Oleh karena itu, Poeti menyarankan penjual juga harus bisa mengidentifikasi waktu terbaik untuk siaran. Misalnya, waktu terbaik untuk siaran, bisa pada hari gajian, saat kampanye besar, akhir pekan, bahkan setelah bekerja.

Jika penjual merasa tidak mendapatkan waktu terbaik, penjual juga dapat memanfaatkan dashboard di Seller Center sehingga dapat mengidentifikasi jam berapa siaran sedang ditonton oleh pengguna.

3. Live streaming adalah momen branding, bukan sekedar menjual produk

Live streaming juga bisa dijadikan sebagai platform untuk branding, tidak hanya sekedar menjual produk. Banyak penjual malas menggunakan platform streaming langsung untuk menjual karena margin keuntungan mereka yang kecil. Mungkin karena penjual memberikan diskon ‘besar’ untuk menarik konsumen, hal ini menyebabkan keuntungan penjual menurun drastis.

Pemikiran hanya mendapatkan keuntungan maksimal saat siaran langsung memang tidak salah, namun live streaming juga bisa dijadikan sebagai platform branding. Jadi penjual tidak harus mengejar keuntungan penjualan, tetapi juga bisa menganggapnya sebagai platform untuk branding agar bisa lebih dekat dan melibatkan konsumen.

4. Strategi Fear of lag (FOMO) untuk mendorong penjualan produk selama siaran langsung

Untuk mendorong penonton bertransaksi selama siaran langsung, Anda bisa menggunakan strategi Fear of Missing Out (FOMO) dengan diskon besar-besaran hingga 50 persen. Strategi ini menciptakan kebutuhan mendesak bagi konsumen untuk tidak melewatkan diskon besar-besaran dan membeli produk.

Misalnya dengan memberikan batas waktu diskon, dari 15 menit hingga 30 menit. Secara tidak langsung, batasan waktu ini akan mempengaruhi cara berpikir konsumen untuk segera membeli produk yang ditawarkan.

5. Tingkatkan pengetahuan tentang produk host Live Streaming

Tingkat pengetahuan presenter tentang produknya dalam siaran juga penting agar live streaming bisa menjadi alat pemasaran yang efektif. Dengan product knowledge yang tinggi, presenter dapat memberikan edukasi tentang produk atau mendorong transaksi selama siaran LazLive Lazada Live streaming.

Pengetahuan produk yang tinggi juga dapat mengurangi risiko sesi interaksi yang lebih sedikit. Dengan interaksi yang tinggi, live streaming diharapkan menjadi alat pemasaran yang efektif untuk menjangkau audiens langsung.

Dalam beberapa menit, penjual dapat menarik perhatian audiens dengan membagikan informasi menarik dan menghibur tentang merek dan produknya, memberikan pengalaman ‘langsung’ bagi audiens, seperti pengalaman di toko fisik.