6 Macam Jaringan Internet Tahun 2020, Mana Yang Lebih Kencang Downloadnya?

6 Macam Jaringan Internet Tahun 2020, Mana Yang Lebih Kencang Downloadnya? Masih ada yang bingung apa itu GPRS, EDGE, 3G, 4g, 5G dan yang lainnya? Ini merupakan koneksi pada Handphone, tablet dan modem untuk mengakses atau menghubungkan perangkat anda ke internet.

1. GPRS (Global Package Radio Service)

Teknologi yang melakukan pengiriman atau penerimaan data berupa paket data yang berhubungan dengan data gambar, e-mail dan juga penelusuran internet. GPRS adalah teknologi 2.5G yang merupakan evolusi dari 1G dan 2G dari sebelumnya. Layanan GPRS tersebut terdapat pada jenis ponsel tipe IS-136 dan GSM. Indonesia meluncur GPRS pada tahun 2001 saat penyedia jaringan seperti provider IM3 mulai mempromosikannya. Idealnya jaringan GPRS ini memiliki kecepatan internet mulai dari 56 kbps sampai dengan 115 kbps. Pada kenyataannya, hal itu tergantung dari berbagai faktor. Seperti pengaturan dan alokasi time slot pada tingkat level BTS, software yang berjalan, dukungan dari fitur dan aplikasi ponsel yang berjalan.

2. EDGE (Enhance Data rates for Global Evolution)

Ini adalah kelanjutan dari evolusi menjadi GSM dan IS-136. Tujuan dari pengembangan teknologi ini untuk meningkatkan kecepatan dari transmisi data, efisiensi dari spektrum dan juga memungkinkan penggunaan aplikasi baru serta meningkatkan jumlah kapasitas. Jaringan EDGE adalah teknologi 2.75G, jarinan ini meluncur pertama kali bersama Cingular (sekarang menjadi AT&T) di Amerika Serikat pada sekitar tahun 2003. Jaringan EDGE ini pada idealnya punya kecepatan internet mencapai 236 kbps.

3. Teknologi 3G (Third-Generation Technology)

Teknologi ini jauh lebih cepat dari 2 teknologi jaringan yang telah kita bahas. Karena sudah dapat melakukan panggilan video call. Nama lain dari teknologi 3G ini adalah mobile broadband, karena kemampuannya sebagai modem internet portable. Perkembangan jaringan 3G secara komersial mulai pada 2001 di Jepang oleh NTTDoCoMo. Kemudian menyusul oleh Korea Selatan tahun 2002. Idealnya teknologi jaringan ini memiliki kecepatan internet pada level yang minimum 2 Mbps, pada pengguna posisi diam atau yang berjalan kaki dan 384 kbps pada pengguna dalam kendaraan berjalan.

Ini merupakan teknologi yang lebih sempurn dari teknologi sebelumnya (3.5G, 3G+) atau Turbo 3G yang memungkinkan jaringan berbasis UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) memiliki kecepatan internet dan kapasitas transfer data yang jauh lebih tinggi. Penggunaan HSDPA menyokong kecepatan transfer data mulai dari 1.8 Mpbs, 3.6 Mpbs, 7.2 Mpbs hingga 14 Mpbs. Jadi karena itulah jaringan HSDPA ini sangat memungkinkan menjadi modem internet pada computer atau PC. Pemasaran dari HSDPA sendiri berbentuk modem yang kegunaannya sebagai koneksi mobile broadband mulai pada tahun 2007. Tahun 2009 lalu, 250 jaringan HSDPA secara komersial meluncur pada layanan mobile broadband pada sekitar 109 negara.

Merupakan salah satu protokoler ponsel yang telah memperbaiki proses penaikkan data dari perangkat ke server atau unggahan yang sudah mencapai 5,76 Mbit/s. Dengan kecepatan yang ini, penggunanya menjadi lebih mudah mengunggah sebuah tulisan, sebuah gambar, ataupun video ke blog pribadi ataupun ke YouTube hanya dalam kurun waktu beberapa detik. HSUPA ini juga mmembuat video call seperti kualitas DVD, konferensi video dan game yang real-time. Saat terjadi kegagalan pengiriman data, HSUPA ini dapat melakukan lagi pengiriman ulang. Secara komersial jarian ini pertama kali meluncur pada awal tahun 2007 silam.

6. High-Speed Packet Access (HSPA)

Adalah protokol dari ponsel, dalam ranah 3,5G yang mengalami peluasan dan memperbaiki dari kinerja protokol

  • UMTS (Universal Mobile Telecommunications System )
  • HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access)
  • HSUPA (High-Speed Uplink Packet Access )

HSPA adalah hasil dari pengembangan 3G pada gelombang pertama dan mampu bekerja lebih cepat. HSPA sejajar dengan (EV-DO) Evolution Data Optimized yang merupakan perkembangan CDMA 2000.

Jaringan HSPA menggunakan spektrum 1900 MHz dan 2100 MHz, namun ada juga beberapa yang berjalan pada 850 MHz. Ooperator menggunakan spektrum yang lebih besar untuk menjangkau area yang lebih luas lagi serta kemampuannya untuk realokasi spektrum UHF.

Tahun 2008 terdapat sekitar 32jt koneksi HSPA di Dunia. Hal ini sangat bertolak belakang dengan akhir Quartal pertama 2007 yang hanya sekitar 3 juta saja. Masih pada tahun yang sama, sekitar 80 negara sudah memiliki layanan HSPA dengan 467.000 lebih jenis perangkat HSPA yang tersedia. Perangkat itu antara lain data card, notebook, USB Modem dan wireless router.

7. High Speed Packet Access+ (HSPA+)

Pengembangan lainnya dari jaringan HSPA+ adanya tambahan antena MIMO (Multiple Input Multiple Output ) untuk meningkatkan kecepatan transfer data. HSPA+ ini juga memberikan banyak pilihan arsitektur all-IP (Internet Protocol) yang dapat mempercepat jaringan internet dan juga lebih mudah untuk penyebaran dan pengendaliannya. Sampai Agustus 2009, dunia internasional telah memiliki 12 provider HSPA+ yang kecepatan download mencapai 21 Mbit/s.

8. Evolution Data Optimized (EV-DO)

Ini merupakan sebuah standart wireless broadband yang berkecepatan tinggi. EVDO adalah singkatan Evolution Data Only atau Evolution Data optimized. EVDO ini adalah satu dari dua macam standar utama dari wireless Generasi ke-3 atau jaringan 3G.

Kelebihan dari EVDO kalau kita bandingkan CDMA biasa, tentunya lebih mengirit spektrum frequensi dari regulator dan harganya amat mahal pastinya.

9. 4G (Fourth Generation Technology)

4G atau LTE Advanced adalah pengembangan teknologi 3G. Kecepatan 4G sekitar 500 kali lebih cepat kalau kita bandingkan dengan CDMA2000. Kecepatan jaringan ini mencapai 100Mb/s dan 1Gb/s baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas yang premium dan memiliki keamanan yang tinggi. Operator 4G pertama Indonesia yang pertama kali menggunakannya adalah Sitra WiMAX.

10. 5G (Five Generation Technology)

Jaringan 5G ini masih belum dapat kita nikmati dalam waktu yang dekat di Indonesia. Karena masih harus dilakukan pengembangan dan persiapan matang lainnya, sampai teknologi jaringan ini benar-benar siap kita gunakan. Selain itu, banyak juga tempat yang sampai sekarang ini masih terkendala sinyal. Ini seharusnya yang menjadi perhatian utama dari pemerintah sebelum mulai berpikir untuk memasang jaringan 5G, agar lebih merata.

Namun semua orang pasti akan mendambakan kecepatan internet ini. Karena sebuah perangkat yang memiliki fitur jaringan 5G, dapat mendownload file berkapasitas 5 GB hanya dalam satu detik saja. Tentunya kalau kita bandingkan dengan kecepatan download yang paling cepat saat ini bisa mencapai 257 kali lipat lebih cepat.

Belum pernah ada jaringan yang memiliki kecepatan download seperti ini. Kelebihan ini tentu memberikan banyak kemudahan bagi semua orang, karena proses download dan upload apapun menjadi sangat cepat.

Baca Juga : Pengertian Jaringan LAN, WAN dan MAN, Mana yang terbaik?